Islam bukanlah agama yang hanya dikhususkan untuk ras atau suku tertentu, namun ia adalah agama Allah untuk seluruh manusia

Islam bukanlah agama yang hanya dikhususkan untuk ras atau suku tertentu saja, namun ia adalah agama Allah untuk seluruh manusia. Perintah pertama yang ada dalam Al-Qur`ān yang agung adalah firman Allah Ta’ālā,

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah: 21)

Allah Ta’ālā berfirman,

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperk embangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak."

(QS. An-Nisā`: 1)

Ibnu Umar raḍiyallāhu ‘anhumā meriwayatkan bahwa Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam berceramah di hadapan para sahabat pada hari pembebasan kota Mekah seraya bersabda, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah telah menghilangkan kebanggaan jahiliah dan pengagungan terhadap nenek moyang dari diri kalian. Manusia terbagi dua; (1) manusia baik, bertakwa, dan mulia bagi Allah; (2) manusia keji, sengsara, dan hina bagi Allah. Manusia adalah anak cucu Adam, dan Allah menciptakan Adam dari tanah. Allah berfirman, 'Hai manusia! Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal."

(QS. Al- Ḥujurāt: 13) (HR. Tirmizi: 3270)

Tidak ada di dalam Al-Qur`ān yang agung ataupun perintah Rasulullah yang mulia ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebuah syariat yang hanya dikhususkan untuk kaum dan kelompok tertentu saja. Hal itu terjadi demi menghargai persamaan, baik dalam hal ras, bangsa maupun suku.

Pilih Bahasa Anda