Di akhir risalah ini, kami turut mengingatkan bahwa manusia dengan segala perbedaannya, baik waktu, ...

Di akhir risalah ini, kami turut mengingatkan bahwa manusia dengan segala perbedaannya baik waktu, bangsa dan negara, bahkan seluruh elemen masyarakatnya; sejatinya memiliki perbedaan juga dalam pola pikir dan tujuannya, dan berbeda pula lingkungan dan profesi yang digelutinya. 

Maka kondisi ini menuntut sekali kehadiran seorang juru dakwah yang senantiasa memberikan bimbingan kepadanya, serta butuh pula sebuah sistem aturan yang mampu menyatukannya dan seorang hakim yang bisa melindungi hak-haknya.

Dahulu para rasul yang mulia ‘alaihimus-salām selalu mengambil peran tersebut atas bimbingan wahyu dari Allah, dengan senantiasa membimbing manusia ke jalan kebaikan dan kemuliaan, berusaha untuk menyatukan mereka di atas syariat Allah dan memutuskan berbagai perkara yang terjadi di antara mereka dengan benar dan adil. Akhirnya, kesejahteraan hidup mereka pun mampu terwujudkan.

Hal ini didasari semangat mereka untuk menerima ajakan dari para rasul serta kedekatan masa mereka dengan turunnya risalah ilahi. Tatkala kesesatan semakin banyak, kejahilan semakin tersebar dan berhala semakin sering disembah, Allah akhirnya mengutus Nabi-Nya, Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan ajaran agama yang benar, demi mengeluarkan manusia dari kelamnya kekufuran, kejahilan dan penyembahan berhala menuju keimanan dan petunjuk.

Pilih Bahasa Anda