Oleh karena itu, saya mengajak Anda -wahai manusia- agar Oleh karena itu, saya mengajak Anda -wahai manusia- agar menunaikan >>>

Oleh karena itu, saya mengajak engkau agar dapat menghadap Allah dengan jujur dan tulus dengan melepas ikatan taklid atau tradisi; sebagaimana Allah Ta’ālā juga mengajakmu dalam firman-Nya,

"Katakanlah, 'Aku hendak memperi-ngatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."

(QS. Saba`: 46)

Engkau juga harus menyadari bahwa setelah kematianmu kelak, pasti engkau akan kembali kepada Rabb-mu.

Allah Ta’ālā berfirman,

"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)."

(QS. An-Najm: 39-42)

Aku juga mengajakmu untuk memperhatikan kondisi dirimu dan lingkungan sekitarmu.

Allah Ta’ālā berfirman,

Allah Ta’ālā berfirman, "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur`ān itu?"

(QS. Al-A'rāf: 185)

Oleh karena itu, masuklah ke dalam Islam, niscaya engkau akan bahagia di dunia dan akhirat. Bila engkau menginginkan untuk masuk Islam, maka tidak ada cara lain kecuali engkau harus bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.

Tatkala Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu'āż ke negeri Yaman untuk menyampaikan ajaran Islam, beliau menasihatinya,

"Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka serulah mereka kepada syahadat bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku adalah utusan Allah. Jika mereka menaatimu dalam masalah ini, sampaikan kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima kali sehari dan malam. Jika mereka telah menaatimu dalam masalah itu, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat kepada mereka, yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka menaatimu dalam masalah itu, maka jangan mengambil harta-harta mereka yang bagus (sebagai zakat)."

(Sahih Muslim: 19)

Kamu juga wajib untuk melepaskan diri dari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. Melepaskan diri dari segala bentuk penyembahan kepada selain Allah adalah ajaran Ḥanīfiyyah, agama Ibrahim ‘alaihis-salām.

Allah Ta’ālā berfirman,

"Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja."

(QS. Al-Mumtaḥanah: 4)

Engkau juga harus mengimani bahwa Allah akan membangkitkan kembali setiap manusia dari alam kuburnya.

Allah Ta’ālā berfirman,

"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."

(QS. Al-Ḥajj: 6-7)

Dan engkau juga harus percaya bahwa hari perhitungan amalan dan hari pembalasan itu benar-benar nyata.

Allah Ta’ālā berfirman,

"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar tiap-tiap diri dibalas terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan."

(QS. Al-Jāṡiyah: 22)

Bila engkau bersaksi dengan persaksian seperti ini, maka engkau layak mendapat status muslim. Setelah itu, kamu wajib untuk menyembah Allah sesuai dengan apa yang telah disyariatkan, berupa mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, dan ibadah-ibadah lainnya.

Pilih Bahasa Anda