"Wahai sang Raja! Kami dahulu adalah kaum yang jahil, kami menyembah berhala dan memakan bangkai, melakukan berbagai keburukan dan memutus tali kekerabatan, berbuat jahat terhadap tetangga. Orang yang kuat di antara kami memangsa yang lemah, dan kami masih dalam keadaan seperti itu sampai Allah mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami sendiri. Kami mengetahui nasabnya dan kejujurannya, amanahnya dan kehati-hatiannya dalam menjaga kehormatannya. Dia mengajak kami kepada Allah agar kami mengesakan-Nya dan hanya menyembah-Nya, serta meninggalkan apa yang kami dan nenek moyang kami sembah berupa batu dan patung. Dia menyuruh kami untuk jujur dalam berbicara, menunaikan amanah dan menyambung silaturahmi, berbuat baik terhadap tetangga dan menahan dari hal-hal yang haram dan (menumpahkan) darah. Dia melarang kami melakukan berbagai kekejian, perkataan dusta, memakan harta anak yatim dan menuduh wanita yang baik dengan tuduhan berzina. Dia menyuruh kami agar kami menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dia menyuruh kami untuk mengerjakan salat, zakat dan puasa." Dia menyebutkan berbagai hal yang berkaitan dengan perkara-perkara Islam, lalu melanjutkan, "Kami lalu membenarkannya, beriman kepadanya dan mengikuti apa yang beliau bawa. Kami lalu menyembah Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Kami mengharamkan apa yang diharamkannya untuk kami dan kami menghalalkan apa yang dihalalkannya untuk kami ..."